Media belajar membaca
Tujuan media ini untuk membantu siswa dalam membaca dengan cepat dan mudah
dan ceoat paham tingkatan materi yang dibaca. Sebagian media ini telah
dirancang untuk mengatasi penyebab penyebab terjadi perbedaan dalam membaca
seperti kesalahan dalam mengambil referensi, dan banyak berhenti ketika
membaca, kelambatan dalam membaca, dan siswa tidak memahami apa yang dibaca.
Kartu
Kartu dibuat dari potongan kardus yang di tulis atas tiap-tiapnya itu :
ungkapan, kata, atau kadang- kadang ditulis kalimat. Disini ada dua kartu:
yaitu kartu untuk guru, dan karti untuk siswa . di kartu guru ditulis huruf
dari kata-kata dengan ukuran besar kira-kira murid yang duduk paling ujung
dapat membacanya dengan jelas , dan kartu guru jangan lebih kecil dari lebarnya
10 cm dan tingginya 30 cm, dan di utamakan agar tidak memendekkan huruf-huruf
yang di tulis di kartu kurang dari 3 cm. Sehingga apabila potongan kardus yang
di perlukan tidak banyak guru boleh membuat kartu dari kesing pamplet, atau
berkas-berkas lama. Kadang-kadang guru bekerja sama dalam penulisan kata-kata
sehingga mereka mengetahui cara menulis
dan ini tujuan sampingan.
Guru menggunakan kartu ini untuk melatih pelajar dalam membaca kata-kata,
ungkapan, dan kalimat-kalimat sempurna selain dari contoh kata hingga huruf dan
potongan-potongannya. Dan untuk pelatihan membaca dan berbahasa dengan
sempurna, guru menggunakan kartu untuk mengembangkan mufradat dan arti-arti
mufradat dan melatih pola nahu dan membaca serentak dengan
nyaring. Kadang-kadang kata-kata di dampingi beberapa gambar ilustrasi untuk
menguatkan arti pesan yang tertulis dan untuk menjelaskan maksud pesan
tersebut. Dan sebaiknya ditulis di belakang kartu guru adalah apa yang ditulis
di depannya yang di tampilkan untuk siswa dengan tulisan tangan sehingga tidak
harus memaksa untuk melihat ke depan seperti contoh di bawah ini:
Kadang kadang guru meminta murid untuk melihat kartu yang tertulis di depan
untuk menjelaskan arti yang tertulis di belakang, dan guru juga menjelaskan
maksud dari peringatan seperti gambar di bawah ini
Kemudian guru memaparkan dulu tulisannya kepada murid kemudian mirid ingin
mengungkapkan apa yang tertulis setelah itu guru memperlihatkan di sebelahnya,
sehingga menguatkan arti pesan bahasa. Dan lambang menguatkan arti dan
pemahaman dalam benak siswa,
Guru dan
murid menggunakan kartu dalam melatih
membaca sekira-kira ada beberapa contoh di bawah ini.:
a. Kartu pertanyaan dan jawaban : jumlah kartu sesuai dengan jumlah siswa
dalam membaca pelajaran, di tiap-tiap pemukaan kartu di tulis pertanyaan dan di
belakangnya ditulis jawaban soal yang lain dan kartu dibagikan ke murid-murid.
Guru meminta salah seorang dari murid untuk membacakan pertanyaan. Dan murid
yang lain mencoba menemukan jawaban yang benar, dan siapa yang dapat maka ia
membacakan soal selanjutnya, hingga seterusnya.
b. Kartu lanjutan: bagian pertama dari sebuah kalimat dituliskan di kartu, dan
lanjutan kaliat ini di tuliskan di kartu yang lain di kartu murid murid. Semua
kartu bagian depan mengandung bagian pertama dari kalimat dan dilanjutkan
kalimat yang lain di baliknya. Dan guru meminta salah seorang dari murin untuk
membaca bagian pertama daroi kalimat tersebut dan mirid lainnnya mencoba
menemukan lanjutan kalimat tersebut kemudian guru atau salah seorang dari murid
menulis lanjutan tersebut di papan tulis. Untuk dibaca serentak di akhir
belajar.
c. Kartu kosakata bahasa: bagian depan kartu berisi kata atau kalimat, bsgisn
brlsksngnys berisi gambar yang menjelaskan arti kata atau kalimat tersebut, dan
guru meminta salah seorang dari murid untuk membaca sifat yang berisi di bagian
depan kartu, dan guru meminta murid lainnya untuk mengetahui gambar yang
melambangkan kepada bacaan tersebut.kemudian sebaliknya
d. Kartu simetri: setelah guru menulis dua tulisan satu untuk guru dan satu
lagi untuk murid, dan satu tulisan yang di tulis kata atau kaliamat itu di
paparkan ke siswa, dan di anjurkan kepada siswa agar membaca kartu yang sama
yang mereka miliki. Kemudian guru menunjukkan kedua tulisan tersebut ke semua
murid dan guru meminta kepada mereka agar mengulangi apa yang tertulis di
kartu.
e. Kartu realisme: ukuran kartu ini ukuran kartu siswa dan menunjukkan gambar cek
bank kecil, atau jadwal kuliah, atau jadwal keberangkaran pesawat dan kereta
api dan sampainya, atau KTP, atau mencari pekerjaan, atau pengumuman jadwal
sinema DLL. Dan jika murid melatih membaca model-model kartu ini dapat membantu
mereka dalam mengisi data dalam formulir yang dibutuhkan dalam kehidupan
sehari-hari, seperti yang dibutuhkan saat bepergian ke negara asing. Dan
berikut contoh-contoh kartu fakta/realisme.
1. Cek bank
Guru membagikan model-model kartu cek bank
kepada murid seprti pada gambar di bawah:
Dan setelah murid menjawab
pertanyaan-pertanyaan seperti yang mereka pahami guru meminta mereka untuk
menuliskan cek yang lain yang serupa dengan yang tadi.
LAB BACA
Lab baca terdiri dari buku kecil yang mengandung materi
bahasa yang tingkatan sulit yang mana murid mampu menguasai keterampilan
membaca dengan cepat ukurannya sesuai dengan kemampuan murid. Dan tiap-tiap
buku kecil berisi cerita-cerita pendek atau artikel Ilmiah atau cerita
bergambar. Dan buku kecil ini di beri nomor tingkat kesulitannya sehingga tau
tingkatan apa yang harus di baca terlebih dahulu. Kira-kira buku yang pertam
yang terbih mudah, sehingga apabila pembaca sudah sampai ke buku yang ke 20
umpamanya dan membacanya dengan memahami dan menyerapi memastikan bahwa
tingkatannya dalam membaca sudah bagus,
dan bertambah bahasa dan tatabahasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar