Rabu, 10 Desember 2014

Media Belajar Membaca

Media belajar membaca

Tujuan media ini untuk membantu siswa dalam membaca dengan cepat dan mudah dan ceoat paham tingkatan materi yang dibaca. Sebagian media ini telah dirancang untuk mengatasi penyebab penyebab terjadi perbedaan dalam membaca seperti kesalahan dalam mengambil referensi, dan banyak berhenti ketika membaca, kelambatan dalam membaca, dan siswa tidak memahami apa yang dibaca.

Kartu
Kartu dibuat dari potongan kardus yang di tulis atas tiap-tiapnya itu : ungkapan, kata, atau kadang- kadang ditulis kalimat. Disini ada dua kartu: yaitu kartu untuk guru, dan karti untuk siswa . di kartu guru ditulis huruf dari kata-kata dengan ukuran besar kira-kira murid yang duduk paling ujung dapat membacanya dengan jelas , dan kartu guru jangan lebih kecil dari lebarnya 10 cm dan tingginya 30 cm, dan di utamakan agar tidak memendekkan huruf-huruf yang di tulis di kartu kurang dari 3 cm. Sehingga apabila potongan kardus yang di perlukan tidak banyak guru boleh membuat kartu dari kesing pamplet, atau berkas-berkas lama. Kadang-kadang guru bekerja sama dalam penulisan kata-kata sehingga  mereka mengetahui cara menulis dan ini tujuan sampingan.
Guru menggunakan kartu ini untuk melatih pelajar dalam membaca kata-kata, ungkapan, dan kalimat-kalimat sempurna selain dari contoh kata hingga huruf dan potongan-potongannya. Dan untuk pelatihan membaca dan berbahasa dengan sempurna, guru menggunakan kartu untuk mengembangkan mufradat dan arti-arti mufradat dan melatih pola nahu dan membaca serentak dengan nyaring. Kadang-kadang kata-kata di dampingi beberapa gambar ilustrasi untuk menguatkan arti pesan yang tertulis dan untuk menjelaskan maksud pesan tersebut. Dan sebaiknya ditulis di belakang kartu guru adalah apa yang ditulis di depannya yang di tampilkan untuk siswa dengan tulisan tangan sehingga tidak harus memaksa untuk melihat ke depan seperti contoh di bawah ini:

Kadang kadang guru meminta murid untuk melihat kartu yang tertulis di depan untuk menjelaskan arti yang tertulis di belakang, dan guru juga menjelaskan maksud dari peringatan seperti gambar di bawah ini

Kemudian guru memaparkan dulu tulisannya kepada murid kemudian mirid ingin mengungkapkan apa yang tertulis setelah itu guru memperlihatkan di sebelahnya, sehingga menguatkan arti pesan bahasa. Dan lambang menguatkan arti dan pemahaman dalam benak siswa,
            Guru dan murid menggunakan kartu dalam  melatih membaca sekira-kira ada beberapa contoh di bawah ini.:
a.       Kartu pertanyaan dan jawaban : jumlah kartu sesuai dengan jumlah siswa dalam membaca pelajaran, di tiap-tiap pemukaan kartu di tulis pertanyaan dan di belakangnya ditulis jawaban soal yang lain dan kartu dibagikan ke murid-murid. Guru meminta salah seorang dari murid untuk membacakan pertanyaan. Dan murid yang lain mencoba menemukan jawaban yang benar, dan siapa yang dapat maka ia membacakan soal selanjutnya, hingga seterusnya.
b.      Kartu lanjutan: bagian pertama dari sebuah kalimat dituliskan di kartu, dan lanjutan kaliat ini di tuliskan di kartu yang lain di kartu murid murid. Semua kartu bagian depan mengandung bagian pertama dari kalimat dan dilanjutkan kalimat yang lain di baliknya. Dan guru meminta salah seorang dari murin untuk membaca bagian pertama daroi kalimat tersebut dan mirid lainnnya mencoba menemukan lanjutan kalimat tersebut kemudian guru atau salah seorang dari murid menulis lanjutan tersebut di papan tulis. Untuk dibaca serentak di akhir belajar.
c.       Kartu kosakata bahasa: bagian depan kartu berisi kata atau kalimat, bsgisn brlsksngnys berisi gambar yang menjelaskan arti kata atau kalimat tersebut, dan guru meminta salah seorang dari murid untuk membaca sifat yang berisi di bagian depan kartu, dan guru meminta murid lainnya untuk mengetahui gambar yang melambangkan kepada bacaan tersebut.kemudian sebaliknya
d.      Kartu simetri: setelah guru menulis dua tulisan satu untuk guru dan satu lagi untuk murid, dan satu tulisan yang di tulis kata atau kaliamat itu di paparkan ke siswa, dan di anjurkan kepada siswa agar membaca kartu yang sama yang mereka miliki. Kemudian guru menunjukkan kedua tulisan tersebut ke semua murid dan guru meminta kepada mereka agar mengulangi apa yang tertulis di kartu.
e.       Kartu realisme: ukuran kartu ini ukuran kartu siswa dan menunjukkan gambar cek bank kecil, atau jadwal kuliah, atau jadwal keberangkaran pesawat dan kereta api dan sampainya, atau KTP, atau mencari pekerjaan, atau pengumuman jadwal sinema DLL. Dan jika murid melatih membaca model-model kartu ini dapat membantu mereka dalam mengisi data dalam formulir yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang dibutuhkan saat bepergian ke negara asing. Dan berikut contoh-contoh kartu fakta/realisme.

1.      Cek bank
Guru membagikan model-model kartu cek bank kepada murid seprti pada gambar di bawah:



Dan setelah murid menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti yang mereka pahami guru meminta mereka untuk menuliskan cek yang lain yang serupa dengan yang tadi.

LAB BACA

Lab baca terdiri dari buku kecil yang mengandung materi bahasa yang tingkatan sulit yang mana murid mampu menguasai keterampilan membaca dengan cepat ukurannya sesuai dengan kemampuan murid. Dan tiap-tiap buku kecil berisi cerita-cerita pendek atau artikel Ilmiah atau cerita bergambar. Dan buku kecil ini di beri nomor tingkat kesulitannya sehingga tau tingkatan apa yang harus di baca terlebih dahulu. Kira-kira buku yang pertam yang terbih mudah, sehingga apabila pembaca sudah sampai ke buku yang ke 20 umpamanya dan membacanya dengan memahami dan menyerapi memastikan bahwa tingkatannya dalam membaca sudah bagus,  dan bertambah bahasa dan tatabahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar